Analitik Lanjutan / Detail anomali / AN-REJ-F1
Anomali — Blok F1
Reject di atas ambang menekan harga rata-rata. Cek waktu petik, penanganan pascapanen, dan serangan penggerek buah.
Metrik terdeteksi
18.9%
Baseline 11.8%
Deviasi
+1.8σ
Arah naik terhadap pola historis
Tingkat
Sedang
Blok · Porsi reject
Objek
F1
F1 · Blok F1 — Kebun Induk (nursery)
Tren waktu
Porsi reject (%) dibanding baseline dan pita normal ±1,5σ.
Pratinjau antarmuka — data contoh, siap diganti dengan data aktual kebun Anda.
Perubahan indikator
Nilai saat ini dibanding baseline pembanding (median blok / rata-rata estate).
| Indikator | Nilai | Baseline | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Volume panen | 642,1 kg | 2.277,5 kg | -71.8% |
| Biaya per kg | Rp 23.158 | Rp 13.969 | +65.8% |
| Porsi reject | 18.9% | 11.8% | +60.1% |
| Margin blok | 77.3% | 89.9% | -14% |
Konteks objek
Data dasar yang melekat pada objek anomali.
- Blok
- F1 · Blok F1 — Kebun Induk (nursery)
- Luas
- 2.2 ha
- Pohon produktif
- 3 dari 22
- Periode sorot
- Agregat musim
Rekomendasi utama
Reject di atas ambang menekan harga rata-rata. Cek waktu petik, penanganan pascapanen, dan serangan penggerek buah.
Faktor pemicu
Estimasi kontribusi tiap faktor berdasarkan data blok, kesehatan pohon, biaya, dan mutu.
Efisiensi biaya
66% kontribusiBiaya Rp 23.158/kg vs rata-rata estate Rp 13.969/kg.
Tindakan: Bedah komponen tenaga kerja & logistik sebelum menambah input pupuk.
Mutu pascapanen
60% kontribusiPorsi reject 18.9% (Grade A 54.3%).
Tindakan: Perketat SOP waktu petik dan penanganan buah jatuh.
Struktur umur tanaman
52% kontribusi19 dari 22 pohon belum produktif.
Tindakan: Pisahkan target blok muda agar tidak menekan rata-rata produktivitas.
Kesehatan tanaman
18% kontribusi1 pohon sakit, 3 perlu tindakan, 0 mati dari 22 pohon di blok ini.
Tindakan: Jadwalkan inspeksi & tindakan pada pohon berstatus sakit lebih dulu.