Analitik Lanjutan / Detail anomali / AN-COST-F1
Anomali — Blok F1
Blok ini disubsidi silang oleh blok lain. Telusuri komponen tenaga kerja dan logistik sebelum menambah input.
Metrik terdeteksi
Rp 23.158/kg
Baseline Rp 13.969/kg
Deviasi
+1.68σ
Arah naik terhadap pola historis
Tingkat
Rendah
Blok · Biaya per kg
Objek
F1
F1 · Blok F1 — Kebun Induk (nursery)
Tren waktu
Biaya per kg (Rp) dibanding baseline dan pita normal ±1,5σ.
Pratinjau antarmuka — data contoh, siap diganti dengan data aktual kebun Anda.
Perubahan indikator
Nilai saat ini dibanding baseline pembanding (median blok / rata-rata estate).
| Indikator | Nilai | Baseline | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Volume panen | 642,1 kg | 2.277,5 kg | -71.8% |
| Biaya per kg | Rp 23.158 | Rp 13.969 | +65.8% |
| Porsi reject | 18.9% | 11.8% | +60.1% |
| Margin blok | 77.3% | 89.9% | -14% |
Konteks objek
Data dasar yang melekat pada objek anomali.
- Blok
- F1 · Blok F1 — Kebun Induk (nursery)
- Luas
- 2.2 ha
- Pohon produktif
- 3 dari 22
- Periode sorot
- Agregat musim
Rekomendasi utama
Blok ini disubsidi silang oleh blok lain. Telusuri komponen tenaga kerja dan logistik sebelum menambah input.
Faktor pemicu
Estimasi kontribusi tiap faktor berdasarkan data blok, kesehatan pohon, biaya, dan mutu.
Efisiensi biaya
66% kontribusiBiaya Rp 23.158/kg vs rata-rata estate Rp 13.969/kg.
Tindakan: Bedah komponen tenaga kerja & logistik sebelum menambah input pupuk.
Mutu pascapanen
60% kontribusiPorsi reject 18.9% (Grade A 54.3%).
Tindakan: Perketat SOP waktu petik dan penanganan buah jatuh.
Struktur umur tanaman
52% kontribusi19 dari 22 pohon belum produktif.
Tindakan: Pisahkan target blok muda agar tidak menekan rata-rata produktivitas.
Kesehatan tanaman
18% kontribusi1 pohon sakit, 3 perlu tindakan, 0 mati dari 22 pohon di blok ini.
Tindakan: Jadwalkan inspeksi & tindakan pada pohon berstatus sakit lebih dulu.